VIEW

Page Nav

HIDE
Hide

Breaking News:

latest

RESVONSIVE

Potensi Komoditas Hortikultura Buah di Kab Lebak Menjadi Motor Pengerak Di 28 Kecamatan

Lebak,- Kabupaten Lebak merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam. Salah satunya adalah di bidang Perkebunan, beberapa komoditas u...




Potensi Komoditas Hortikultura Buah Di Lebak mencapai 1.171.299.85 kg.

Lebak,-
Kabupaten Lebak merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam. Salah satunya adalah di bidang Perkebunan, beberapa komoditas unggulan diantaranya Kopi, Aren, Kelapa Dalam hingga Kelapa Sawit menjadi primadona bagi masyarakat guna meningkatkan perekonomian.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar menyampaikan, Empat komoditas unggulan mayoritas yang hampir di 28 Kecamatan.  “Seperti kopi, perkebunan dan sebaran produk olahan kopi di Kabupaten Lebak yang tersebar luas diwilayah dengan tofografi dataran tinggi dan pegunungan.

 

Sentra utamanya berpusat di Kecamatan Muncang, Sobang, Cibeber dan wilayah adat Baduy. Sebagian wilayah ini didominasi oleh budidaya jenis Kopi Robusta dan mulai dikembangkannya Kopi Arabika..Pada tahun 2025 produksi kopi di Lebak mencapai 1.171.299.85 kg.

 

Terdapat sebaran Kopi Arabika seluas 13 Ha yang sedang dikembangkan di wilayah Cigemblong. Detail sebaran wilayah penghasil kopi dan produk olahannya di Lebak meliputi titik sebaran utama perkebunan kopi yang berada di Kecamatan Muncang, Kecamatan Sobang dan Cibeber.

 

Olahan kopi yang terkenal di Lebak yakni Kopi Leuit Baduy, Kopi Banten Kidul(Kobaki), Kopi Kupu-Kupu dan Kopi Gunung Malang.

 

Selain kopi, Komoditas Aren juga menjadi ciri khas Lebak. Hal itu dikarenakan perkebunan merupakan salah satu sentra produksi terbesar di Provinsi Banten dan keberadaannya terdapat di 28 Kecamatan di Lebak.

 

Potensi Aren di Lebak juga memiliki skala produksi atau jumlah produksi mencapai ribuan ton per tahun. Aren memiliki produk turunan dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama(KUBE), air nira dari pohon aren diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, meliputi gula aren cetak dan gula aren semut, hingga kerajinan kolang Kaling.

 

Selain itu, Desa Girimukti juga menjadi salah satu motor penggerak utama dengan produksi olahan gula semut dan cair mencapai 4 hingga 6 ton perhari. Kemudian Desa Hariang, telah berhasil membawa produk gula aren lokal menembus pasar internasional.

 

Gula Aren Hariang salah satu produk unggulan dari Desa Hariang, Kecamatan Sobang. Ia terkenal karena kualitasnya yang organik, komoditas ini dikelola oleh pengrajin lokal dan koperasi seperti KUB Mitra Mandala, berhasil menembus pasar internasional seperti Australia, Jerman, Amerika Serikat, Korea, Jepang.

 

Varian gula aren yang kerap diproduksi berupa Gula Semut, gula aren kristal yang lebih awet dan praktis untuk campuran kopi, kue atau minimal herbal. Kemudian Gula Cetak(Batok/cair).

 

Kelapa Dalam juga menjadi komoditas yang diunggulkan. Di Lebak sendiri sekitar 19.060.,02 hektar yang tersebar di 28 Kecamatan serta produksinya terpusat di Lebak Bagian Tengah hingga Selatan dengan sentra perkebunan terbesar di Kecamatan Malingping,Cihara, Wanasalam dan Panggarangan.

 

Kelapa Dalam asal Lebak memiliki keunggulan buah yang tebal, kadar minyak yang tinggi dan tidak mengandung banyak air. Kelapa dalam tersebut bisa diolah menjadi kopral, minyak kelapa murni (VCO) dan arang batok kelapa.

 

Kelapa Sawit juga menjadi andalan, karena Perkebunan Kelapa sawit di Kabupaten Lebak mencakup luas lahan sekitar 4.193.45 Hektar. (ADV)

Tidak ada komentar

ADS